Sesungguhnya nafsu merupakan salah satu
faktor yang menghalagi seseorang dari beribadah kepada Allah Ta'ala dan
menjauhkannya dari ketaatan kepada-Nya serta menjerumuskannya ke dalam kubangan
dosa dan kenistaan. Seseorang harus melawan nafsunya dari hal-hal yang dapat
mendatangkan murka Allah Ta'ala. Maka dari itu manusia terbagi
menjadi dua kelompok. Pertama, manusia yang dikalahkan dan dikuasai oleh hawa
nafsunya. Ia benar-benar tunduk dibawah perintah dan kendalinya. Kedua, manusia
yang berasil memenangkan pertarungan melawan nafsunya. Ia mampu mengekangnya,
menundukkannya, dan nafsu pun tunduk dibawah perintah dan kendalinya.
Berjalan di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemamahan Para Sahabat serta orang - orang yang mengikuti mereka dengan kebenaran sampai hari kiamat
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nufus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nufus. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 November 2012
Macam – macam Hati
Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak
akan terlepas dari tanggungjawab yang dilakukannya kelak di akhirat,
sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: "Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai
pertanggunganjawabnya." (Al-Isra: 36).
Dalam
tubuh manusia kedudukan hati dengan anggota yang lainnya adalah ibarat seorang
raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah
kekuasaan dan perintahnya dan bekerja sesuai dengan apa yang dikehendakinya
Kamis, 15 November 2012
HUSNUL KHOTIMAH
Merupakan
sebuah kepastian bahwasanya setiap yang bernyawa pasti akan mati. Hewan,
tumbuh-tumbuhan, malaikat, jin dan tak terkecuali anak cucu Adam, semuanya
pasti akan mati. Allah Ta’ala berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada
hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka
dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung”. (QS. Al-Imron:185)
Mutiara ikhlas
Seorang
muslim yang sejati adalah orang yang mengetahui bagaimana ia menyembah tuhannya.Setiap muslim
mendambakan agar ibadahnya diterima oleh Allah Ta’ala.Suatu amalan yang
kecil jika diikhlaskan hanya karena Allah Ta’ala semata,maka amalan
tersebut akan menjadi besar dan berat timbangannya disisi Allah Ta’ala. Sebaliknya,
suatu amalan yang besar jika dilakukan dengan tanpa ikhlas dan mengharap pujian
manusia,maka amalan tersebut akan menjadi kecil dan ringan di sisi Allah Ta’ala
bagaikan debu yang diterpa oleh angin.
Bahaya Ghibah
Islam merupakan agama sempurna yang
Allah Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi
wasallam sebagai rahmatal
lil’alamin.Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal
lil’alamin, adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga, memelihara dan
menjunjung tinggi kehormatan, harga diri, harkat dan martabat manusia secara
adil dan sempurna. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan
martabatnya. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan
kejelekannya.
Awas, jaga Pandangan Mata ...!
Dari mata turun ke hati, dari mendung turunlah
hujan, segala yang dialami seseorang tidak lain pastilah ada sebab dan
penyebabnya, baik diketahui maupun tidak. Seorang memandang ada banyak
faktor yang mendukungnya, baik ketertarikan, takjub, iseng, ingin tahu,
menikmati, dan alasan-alasan yang lainnya. Namun hendaknya seorang muslim
selayaknya agar selalu menjaga pandangannya, jangan sampai gara-gara
matanya ia mendapat marabahaya.
Langganan:
Postingan (Atom)