Seorang
muslim yang sejati adalah orang yang mengetahui bagaimana ia menyembah tuhannya.Setiap muslim
mendambakan agar ibadahnya diterima oleh Allah Ta’ala.Suatu amalan yang
kecil jika diikhlaskan hanya karena Allah Ta’ala semata,maka amalan
tersebut akan menjadi besar dan berat timbangannya disisi Allah Ta’ala. Sebaliknya,
suatu amalan yang besar jika dilakukan dengan tanpa ikhlas dan mengharap pujian
manusia,maka amalan tersebut akan menjadi kecil dan ringan di sisi Allah Ta’ala
bagaikan debu yang diterpa oleh angin.
Definisi ikhlas
Ikhlas dari segi bahasa berarti
membersihkan dan memurnikan sesuatu.
Adapun menurut syari'at yaitu memurnikan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala dari segala kotoran syirik."
Adapun menurut syari'at yaitu memurnikan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala dari segala kotoran syirik."
Kedudukan Ikhlas
Sesungguhnya
Allah Ta’ala telah memeritahkan kepada para HambaNya agar mengikhlaskan ibadah hanya kepadaNya.
Orang yang ikhlas ialah orang yang mengerjakan amalan ketaatan berupa
shalat,puasa,zakat,sedekah,membaca al-qur'an dan yang lainnya dengan tujuan
mengharapkan pahala dari Allah Ta'ala semata,bukan karena menginginkan
pujian manusia. Maka orang yang shalat harus mengikhlaskan niatnya hanya untuk
Allah semata dan bukan karena ingin disebut sifulan ahli ibadah,ahli imu dan sebagainya.
Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus , dan supaya
mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama
yang lurus.(Q.S al-bayinah:5)
Diriyatkan dari Amirul
Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata
: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai
niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka
hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu
Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka
hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. (HR.bukhari dan Muslim)
Mengikhlaskan
niat dalam beribadah merupakan hal yang paling susah bagi jiwa seorang muslim .sebagaimana
perkataan Sufyan Ats-Tsauri: “Tidak ada yang paling berat bagiku untuk
kuobati daripada niatku, karena ia selalu berubah-ubah.Dan begitu juga
diantara doa Nabi shallallahu alaihi wasallam"wahai dzat yang
mebolak-balikkan hati,tetapkanlah hatiku berada diatas agamaMu."
Keutamaan ikhlas
1. ikhlas adalah syarat diterimanya suatu ibadah
Sebagaimana Rasullullah shallallahu
alaihi wasallam bersabda"sesungguhnya
Allah tidak menerima suatu amalan kecuali dari orang yang mengikhlaskan
amalannya hanya untuk allah semata dan berharap melihat wajah Allah.(HR.An-Nasa'i
dalam kitab al-jihad dan dishahihkan oleh Al-Albani)
2.Kaum muslimin mendapat pertolongan
dari Allah Ta'ala dan kemenangan atas musuh-musuh mereka karena doa
orang- orang yang ikhlas.Sebagaimana Rasullullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda :"sungguh Allah menolong umat ini karena orang-orang lemah
diantara mereka,dengan doa dan shalat mereka serta keikhlasan mereka.( Targib
wa tarhib dishahihkan oleh Al-Albani)
3. Hanya Orang Yang Ikhlaslah Yang Selamat
Sesungguhnya iblis telah menanamkan rasa hasad dan dendam
pada dirinya terhadap Nabi Adam alaihis salam beserta keturunannya.Maka
dia bersumpah kepada Allah Ta'ala akan senantiasa menggoda anak Adam dan
menjerumuskannya ke dalam neraka kecuali hamba-hamba Allah yang
ikhlas.Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman: "Iblis menjawab: "Demi
kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu
yang ikhlas di antara mereka." (QS.
Shaad: 82-83).
Perusak-perusak
Keikhlasan
Ada beberapa hal yang bisa merusak
keikhlasan seseorang yaitu:
1.Riya’ ialah memperlihatkan suatu bentuk
ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu orang-orangpun memujinya.Maka
barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan karena pujian manusia maka pahala
amalan tersebut terhapus . Rasulullah Shallallahu
alaihi wasallam telah memperingatkan para
Shahabatnya radhiyallahu ‘anhum dari riya'. Hal ini sebagaimana telah
ditegaskan oleh Beliau Shallallahu
alaihi wasallam :“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah
syirik kecil.” Maka para Shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah apa itu
syirik kecil?” Beliau menjawab: Riya’.” (HR. Ahmad dalam At-Targhib wat
Tarhib dan dishahihkan oleh Al-Albani)
2.Sum’ah, yaitu beramal dengan tujuan agar didengar oleh orang
lain serta mencari popularitas.
3.Ujub (merasa bangga terhadap dirinya dengan amalannya),ini
masih termasuk kategori riya’ hanya saja Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
membedakan keduanya dengan mengatakan bahwa: “Riya’ masuk didalam bab
menyekutukan Allah dengan makhluk, sedangkan ujub masuk dalam bab menyekutukan
Allah dengan diri-sendiri. (Al fatawa, 10/277)
Beberapa faktor
yang dapat mendukung seorang untuk ikhlas dan
terbebas dari riya'
1 .Harus menyadari
sepenuhnya , bahwa ia hanyalah seorang hamba. Dan tugas seorang hamba adalah
mengabdi dengan sepenuh hati serta mengharap belas kasih dan keridhaan Allah
Ta'ala semata.
2 .Membaca sejarah
perjalanan hidup orang-orang yang ikhlas dalam beribadah. Banyak kisah yang
terdapat dalam Al Qur`an dan hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
tentang orang-orang yang ikhlas dalam beribadah. Semua itu agar menjadi
pelajaran dan contoh bagi orang-orang sesudahnya.
3. Bersungguh-sungguh
melawan hawa nafsu. Seseorang tidak akan dapat mencapai keikhlasan kalau tidak
bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu dan senantiasa istiqomah dalam beribadah.
4.Memperbanyak ibadah-ibadah yang tersembunyi
seperti shalat malam, shadaqah secara sembunyi- sembunyi,
menagis karena Allah Ta’ala dikala menyendiri dan sebagainya.
5.Membuktikan pengagungan kita kepada Allah,
dengan merealisasikan tauhid dan
mengamalkannya.
6. Mengingat
kematian,sakaratul maut dan siksa kubur serta kedahsyatannya.
7. Mengenal
pintu-pintu masuknya riya' ke dalam hati seseorang ,sehingga ia dapat terbebas
dari riya’.
8. Meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah dari
perbuatan riya’dengan membaca doa:”Ya Allah aku berlindung kepadamu dari
berbuat syirik padahal aku mengetahui,dan aku mohon ampun atas apa-apa yang
tidak aku ketahui.”
Buah dari keikhlasan
Betapa banyak buah darike ikhlasan
baik dari al-qur'an maupun hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,diantaranya:
1. Ikhlas merupakan sebab selamatnya
seseorang dari fitnah dan ujian baik dunia maupun di akhirat.
2. Ikhlas merupakan sebab terkabulnya
doa.
3. Ikhlas merupakan sebab seseorang memperoleh
ridha Allah Ta'ala.
4. Iklash menjadikan seorang hamba
zuhud di dunia dan merasa qona'ah(cukup atas pemberian Allah Ta'ala)dan
tidak menoleh terhadap apa yang ada ditangan manusia.
Maka
bersegeralah mengerjakan amalan shaleh dimanapun
kita berada dengan ikhlas dan istiqomah dalam beramal serta waspada terhadap riya'
karena hal itu akan menghapus pahala suatu amalan ibadah dan akan menjerumuskan
pelakunya ke dalam neraka.Dan berbekalah untuk meyongsong kehidupan akhirat
dengan amalan shaleh .Ya Allah jadikanlah kami termasuk hamba-hambamu yang
ikhlas dan termasuk orang-orang yang beramal
shaleh mengharap keridhaaMu .Amiin
Maraji': Tazkiyatun Nufus,
karya:Dr.Ahmad Farid
Ikhlas
wa syirkul ashghor,karya Dr.Abdul Aziz bin Muhammad Abdul lathif
Borgata Hotel Casino & Spa - Mapyro
BalasHapusFind 당진 출장안마 parking costs, 경상남도 출장안마 opening hours and a parking map of 충청북도 출장안마 Borgata Hotel Casino & Spa 3900 Borgata Rd. Atlantic City, NJ 08401. 용인 출장샵 (609) 317-2000 광주 출장마사지 for