Sombong adalah suatu penyakit hati yang biasa menjangkiti sebagian
besar manusia, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Maka orang yang berlaku
sombong, lahiriyahnya berlawanan dengan apa yang ada di dalam hatinya. Hatinya rusak dan menjadi buruk karena melakukan amal yang baik tanpa didasari dengan
hati yang ikhlas. Secara lahiriyah ia berbuat kebaikan,
tetapi pada hakikatnya dia hanya beramal untuk membanggakan dirinya dihadapan manusia serta menginginkan pujian
dari mereka.
Salah satu sifat yang paling dibenci oleh
Allah Ta’ala adalah sombong. Sombong adalah menganggap
dirinya besar dan memandang orang lain hina/rendah. Allah Ta’ala melarang
kita untuk sombong seraya berfirman yang artinya : ”Dan janganlah kamu
berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali
tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi
gunung.” (QS. Al - Israa’:37)
Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya
:”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS.Luqman:18)
Rasulullah Shallallahu alaihi
wasallam bersabda:“Tidak akan masuk surga orang yang ada dalam
hatinya seberat biji dzarrah dari sifat kesombongan”. Kemudian ada seorang
yang bertanya: Wahai Rasullullah, bukankah seseorang itu ingin agar baju yang
dikenakan bagus, sandal yang dipakainya juga bagus?. Beliau menjawab: sesungguhnya
Allah itu maha indah dan menyukai keindahan, hakikat sombong itu adalah menolak
kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR.Muslim)
Maka tidak ada seorangpun yang berhak sombong.
Kesombongan hanya milik Allah semata. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu
alaihi wasallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman; Kemuliaan
adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang
melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”. (HR Muslim)
Dari pemaparan dalil- dalil di atas dapat dipahami bahwa sombong itu dapat
merugikan diri sendiri. Karena sombong merupakan
sikap yang buruk. Dan sifat sombong merupakan
penyakit hati yang sering menjangkiti umat islam. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sangat khawatir terhadap
prilaku semacam ini jika melanda umatnya.
Sehingga menjadikan amalnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala dan akan menjauhkan dirinya dari surga.
Perumpamaan orang yang jatuh dalam kesombongan dan orang yang berhati-hati terhadap sikap
sombong bagaikan lalat yang hinggap di hidung.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:“Orang yang
jahat akan melihat dosa- dosanya seperti lalat yang hinggap dihidungnya, dengan
santai ia dapat mengusirnya hanya dengan mengibaskan tangannya. Adapun orang
mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang akan
menimpanya.” (HR.Bukhari)
Kisah orang - orang sombong
Kisah-kisah orang yang menyombongkan dirinya
yang diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam Alqur’an. Allah Ta’ala berfirman
yang artinya:“Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah musa. Tatkala
tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thua. Pergilah kamu kepada
Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Dan katakanlah (kepada
Fir’aun) adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesetanan). Dan
kamu akan ku pimpin kejalan tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?. Lalu
musa memperlihatkan kepadanya mu’jizat yang besar. Tetapi fir’aun mendustakan
dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menentang (musa). Maka
dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.
(Seraya) berkata:” Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Maka Allah mengazabnya
dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu
terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut (kepada Tuhannya). (QS. An-Nazi’at :15-26)
Firman-Nya yang lain juga mengisahkan tentang Qarun
yang artinya: “Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku
aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan
harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang
kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu
terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu
membanggakan diri".” (QS. Al- Qashash: 76).
Dalam ayat di atas Allah Ta’ala menjelaskan
sikap Qarun yang sombong ketika keluar dari gudang hartanya dengan para
pengawalnya untuk memperlihatkan kemegahan yang ia miliki kepada kaumnya. Qarun
merupakan salah seorang dari kaum nabi Musa Alaihis salam yang
diberi karunia rizki yang banyak oleh Allah Ta’ala namun
karena keingkarannya, ia beserta harta bendanya di binasakan oleh Allah Ta’ala.
Dari uraian di atas dianjurkan bersikap tawadhu’(bersikap
rendah hati) dan tidak membanggakan diri atas orang lain. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“ Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang
mengikutimu.” (QS. As-syu’ara: 215)
Rasulullah Shallalahu alaihi wasallam juga bersabda: “Barangsiapa
yang tawadhu’(bersikap rendah hati) karena Allah, maka
Allah akan mengangkatnya.” (HR. Muslim)
Dalam hadits ini pula terdapat peringatan dari sifat sombong, membanggakan diri, dan melakukan kedzaliman terhadap orang lain.
Dan Allah Ta’ala akan
membalas orang-orang yang tawadhu’ dan tidak bersikap sombong dengan kesudahan
yang baik dan pahala yang agung. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang
artinya : “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak
ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan
(yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al- Qashash:
83)
Renungan
Ketahuilah,,! bahwa umat Islam adalah umat
yang besar dan agung. Umat yang disucikan dan dimuliakan dalam Al-qur’an.
Sehingga Allah Ta’ala menjadikan mereka sebagai ummatan
wasatan (umat yang tengah-tengah) yang mengawali perjalanan hidup
manusia, dan memperlihatkan bagaimana cara manusia menimbang, membenarkan
yang benar dan menyalahkan yang batil. Allah Ta’ala meninggikan
derajat umat Islam dan menjadikannya sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk
manusia. Tetapi meraka tidak akan menjadi umat yang baik, kecuali jika
menjalankan syarat-syarat ditentukan oleh Allah Ta’ala.
Semoga Allah Ta’ala membimbing
kita semua agar senantiasa selalu berada di jalan-Nya yang lurus. Karena saat
ini banyak orang yang menyimpang dari jalan yang telah di gariskan oleh
Allah Ta’ala dan rasul-Nya. Begitu juga halnya dengan orang
yang sombong. Sepatutnya tidak pantas baginya untuk memiliki sifat-sifat
tersebut. Hendaknya kita memiliki sifat tawadhu’. Tidak perlu takut dan risau,
tinggalkan kamar tidurmu dan sing-singkan lengan bajumu untuk menuntut
ilmu syar’i dan memperdalam agama Islam serta aktifitas keislaman
lainnya.
Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan
petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita untuk selalu perpegang teguh pada kitabullah dan
sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Dengan demikian
kita terhindarkan dari sifat-sifat yang buruk dalam bergaul antara sesama
manusia.(Hamzan wadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar