Minggu, 25 November 2012

Penyakit Hati Yang Harus Dihindari

Sombong adalah suatu penyakit hati yang biasa menjangkiti sebagian besar manusia, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Maka orang yang berlaku sombong, lahiriyahnya berlawanan dengan apa yang ada di dalam hatinya. Hatinya rusak dan menjadi buruk karena melakukan amal yang baik tanpa didasari  dengan hati yang ikhlas. Secara lahiriyah ia berbuat kebaikan, tetapi pada hakikatnya dia hanya beramal untuk membanggakan dirinya dihadapan manusia serta menginginkan pujian dari mereka.

Salah satu sifat yang paling dibenci oleh Allah Ta’ala  adalah sombong. Sombong adalah menganggap dirinya besar dan memandang orang lain hina/rendah. Allah Ta’ala melarang kita untuk sombong seraya berfirman yang artinya : ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al - Israa’:37)
Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya :”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS.Luqman:18)
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:“Tidak akan masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji dzarrah dari sifat kesombongan”. Kemudian ada seorang yang bertanya: Wahai Rasullullah, bukankah seseorang itu ingin agar baju yang dikenakan bagus, sandal yang dipakainya juga bagus?. Beliau menjawab: sesungguhnya Allah itu maha indah dan menyukai keindahan, hakikat sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR.Muslim)
Maka tidak ada seorangpun yang berhak sombong. Kesombongan hanya milik Allah semata. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam  bersabda: “Allah Ta’ala berfirman; Kemuliaan adalah pakaian-Ku, sedangkan sombong adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melepaskan keduanya dari-Ku, maka Aku akan menyiksanya”. (HR Muslim)
Dari pemaparan dalil- dalil di atas dapat dipahami bahwa sombong itu dapat merugikan diri sendiri. Karena sombong merupakan sikap yang buruk. Dan sifat sombong merupakan penyakit hati yang sering menjangkiti umat islam. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sangat khawatir terhadap prilaku semacam ini jika melanda umatnya. Sehingga menjadikan amalnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala dan akan menjauhkan dirinya dari surga.
                Perumpamaan  orang yang jatuh dalam kesombongan dan orang yang berhati-hati terhadap sikap sombong bagaikan lalat yang hinggap di hidung. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:“Orang yang jahat akan melihat dosa- dosanya seperti lalat yang hinggap dihidungnya, dengan santai ia dapat mengusirnya hanya dengan mengibaskan tangannya. Adapun orang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang akan menimpanya.” (HR.Bukhari)
Kisah orang - orang sombong
Kisah-kisah orang yang menyombongkan dirinya yang diabadikan oleh Allah Ta’ala dalam Alqur’an. Allah Ta’ala  berfirman yang artinya:“Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah musa. Tatkala tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thua. Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Dan katakanlah (kepada Fir’aun) adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesetanan). Dan kamu akan ku pimpin kejalan tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?. Lalu musa memperlihatkan kepadanya mu’jizat yang besar. Tetapi fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menentang (musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata:” Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut (kepada Tuhannya). (QS. An-Nazi’at :15-26)
Firman-Nya yang lain juga mengisahkan tentang Qarun yang artinya: “Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".” (QS. Al- Qashash: 76).
Dalam ayat di atas Allah  Ta’ala menjelaskan sikap Qarun yang sombong ketika keluar dari gudang hartanya dengan para pengawalnya untuk memperlihatkan kemegahan yang ia miliki kepada kaumnya. Qarun merupakan salah seorang dari kaum nabi Musa Alaihis salam yang diberi karunia rizki yang banyak oleh Allah Ta’ala namun karena keingkarannya, ia beserta harta bendanya di binasakan oleh Allah Ta’ala.
Dari uraian di atas dianjurkan bersikap tawadhu’(bersikap rendah hati)  dan tidak membanggakan diri atas orang lain. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:  “ Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.” (QS. As-syu’ara: 215)
Rasulullah Shallalahu alaihi wasallam juga bersabda: “Barangsiapa yang tawadhu’(bersikap rendah hati) karena Allah, maka Allah akan mengangkatnya.” (HR. Muslim)
Dalam hadits ini pula terdapat peringatan dari sifat sombong, membanggakan diridan melakukan kedzaliman terhadap orang lain.
Dan Allah Ta’ala akan membalas orang-orang yang tawadhu’ dan tidak bersikap sombong dengan kesudahan yang baik dan pahala yang agung. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya : “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al- Qashash: 83)
Renungan
Ketahuilah,,! bahwa umat Islam adalah umat yang besar dan agung. Umat yang disucikan dan dimuliakan dalam Al-qur’an. Sehingga Allah Ta’ala menjadikan mereka sebagai ummatan wasatan (umat yang tengah-tengah) yang mengawali perjalanan hidup manusia, dan memperlihatkan  bagaimana cara manusia menimbang, membenarkan yang benar dan menyalahkan yang batil. Allah Ta’ala meninggikan derajat umat Islam dan menjadikannya sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia. Tetapi meraka tidak akan menjadi umat yang baik, kecuali jika menjalankan syarat-syarat ditentukan oleh Allah Ta’ala.
Semoga Allah Ta’ala membimbing kita semua agar senantiasa selalu berada di jalan-Nya yang lurus. Karena saat ini banyak orang yang menyimpang dari jalan yang telah di gariskan oleh Allah Ta’ala dan rasul-Nya. Begitu juga halnya dengan orang yang sombong. Sepatutnya tidak pantas baginya untuk memiliki sifat-sifat  tersebut. Hendaknya kita memiliki sifat tawadhu’. Tidak perlu takut dan risau, tinggalkan kamar tidurmu dan sing-singkan lengan bajumu untuk menuntut ilmu  syar’i dan memperdalam agama  Islam serta aktifitas keislaman lainnya.
Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita untuk selalu perpegang teguh pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Dengan demikian kita terhindarkan dari sifat-sifat yang buruk dalam bergaul antara sesama manusia.(Hamzan wadi)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar