Segala puji untuk Allah Ta’ala semata, semoga
shalawat dan salam tetap tercurahkan pada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi
wassalam, keluarga, shahabat serta orang – orang yang meniti di jalan-Nya
sampai hari kiamat.
Kikir merupakan sifat yang tercela yang
dimiliki manusia yang mana sifat ini dapat menghalangi seseorang dari menunaikan
apa – apa yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala kepadanya dan enggan berinfaq di jalan Allah.
Bahaya Kikir
Dari Abi Hurairah radhiyallah ‘anhu
bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Jauhilah
tujuh hal yang membinasakan. Maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya: “ Apa itu wahai
Rasulullah ?. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab : Menyekutukan
Allah , kikir, membunuh jiwa yang
diharamkan Allah kecuali dengan haq, makan harta riba, makan harta anak yatim,
lari dari peperangan, menuduh wanita muslimah berzina”(HR.Nasa’i, shahih).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“ Dan tidak akan berkumpul sifat kikir dan keimanan di hati seorang hamba
selamanya”(HR.Nasa’i, shahih)
Alangkah indahnya
perkataan orang bijak;” Sungguh mengherankan seorang yang kikir bersegera
menjadi seorang yang faqir, yang ia lari darinya, dan mengakhirkan kelapangan yang
ia cari, dan boleh jadi ia mati diantara kedua hal ini. Dia menjadikan hidupnya di dunia seperti hidupnya orang-orang faqir, namun hisabnya
kelak di akhirat seperti hisabnya orang-orang kaya.”
Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah rahimahullah berkata: “ Orang – orang beriman mereka dipuji karena keberanian dan
kedermawanannya, sebagaimana dicelanya seorang yang kikir dan penakut.”( Majmu’ fatawa oleh Ibnu Taimiyah).
Diantara gambaran kikir
1. Meninggalkan infaq di jalan Allah.
Sebagimana Allah
berfirman yang artinya: “Ingatlah
kamu ini orang – orang yang diajak orang
yang kikir”(QS. Muhammad:38).
2. Meninggalkan nafkah keluarga.
Dari Aisyah radhiyallah ‘anha , bahwa Hindun berkata pada Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam : “Sesungguhnya Abu Sufyan adalah lelaki yang
kikir, bolehkah atasku untuk mengambil dari hartanya sembunyi – sembunyi?
Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Ambillah untukmu dan
anak – anakmu secukupnya dengan baik” (HR. Bukhari).
3. Tidak mengucapkan salam kepada sesama muslim.
Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam bersabda:: “ Dan orang yang paling kikir adalah kikir
dari mengucapkan salam “(HR.Thabrani, shahih).
4. Enggan menunaikan kewajiban hartanya.
Seperti : membayarkan zakat hartanya karena
takut berkurang. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “ Dan
jika anak adam diberi dua lembah dari emas, maka ia ingin mendapatkan lembah
yang ketiga. Dan tidak ada
yang bisa memenuhi perut anak adam kecuali dengan
tanah, kemudian Allah menerima taubat orang-orang yang ”. (HR.Bukhari).
Sebab-sebab
timbulnya sifat kikir :
1.
Cinta
dunia. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “ Sekali-kali janganlah demikian,
sebenarnya kamu (hai manusia), mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan
(kehidupan ) akhirat” ( QS. Al-Qiyamah:
20-21).
2.
Tidak
yakin akan apa-apa yang ada disisiNya. Allah berfirman yang artinya : “ Dan adapun orang-orang yang bakhil dan
merasa cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan
baginya jalan yang sukar”(QS. Al-Lail: 8-10).
3.
Lupa
untuk intropeksi diri, serta melalaikan akibat-akibat dari perbuatan kikir.
Dampak yang diakibatkan sifat kikir
1. Melahirkan sifat kemunafikan.
Allah Ta’ala
berfirman yang artinya : “ Maka
setelah Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia
itu, dan berpaling dan memanglah
orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran), maka Allah menimbulkan
kemunafikan pada hati mereka sampai mereka menemui Allah”(QS. At-Taubah
76-77).
2. Menimbulkan Kesengsaraan.
Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam : “ Beramallah, karena setiap sesuatu akan dimudahkan
terhadap apa-apa yang diciptakan pada-Nya. Barangsiapa dari ahli kesengsaraan
maka dimudahkan beramal seperti amalan orang-orang yang sengsara “(HR.
Bukhari).
Imam
An-Nawawi rahimahullah berkata: “ Maka apa-apa yang melebihi hajat
manusia dan keluarganya, menahannya adalah suatu keburukan. Jika ia enggan
melaksanakan kewajiban, maka dia berhak mendapatkan siksaan. Dan jika enggan
melakukan hal-hal sunah maka dapat mengurangi pahalanya serta menghilangkan
mashlahat dunia dan akhirat”. (Syarah shahih muslim oleh Imam Nawawi).
3. Menimbulkan Kehancuran
Dari
Jabir bin Abdillah radiyaallahu
‘anhu , Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wassalam bersabda: “Takutlah dari
sifat kikir, karena kikir dapat menghancurkan apapun, sebelum kamu membawa pada
pertumpahan darah dan menghalalkan apa-apa
yang diharamkan “(HR.Muslim).
Al-Qadhi rahimahullah
berkata: “ Kerusakan disini bisa mencakup dunia dan akhirat”. (Syarah shahih muslim
oleh Nawawi)
4. Mendapatkan kemurkaan Allah Ta’ala
Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Tiga golongan yang dibenci
Allah: Orang tua yang berzina, orang bakhil dan orang yang sombong )”. (HR.Ibnu Hibban, sanadnya Jayyid).
5. Terhalang dari mendapat kenikmatan
Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Dan tidaklah ada kaum yang
menolak membayar zakat, kecuali Allah yang menghalangi turunnya hujan”. (HR.Al-Hakim, shahih).
6. Menimbulkan kegelisahan dan kegundahan
Kekikiran
akan menyebabkan seseorang tenggelam dalam dosa dan kehinaan, baik kecil maupun
besar, dzahir maupun batin, akan mendapat akibat dari perbuatannya di dunia
sebelum akhirat. Allah berfirman yang artinya:“ Barangsiapa berpaling dari peringatanku,
maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit “(QS. Toha : 124).
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah
berkata: “ Kekikiran menghalangi seseorang dari ditimpa kesempitan hati, jauh
dari kelapangan dan kegembiraan, banyak ditimpa kecemasan dan kesedihan dan
tidak ditolong untuk bisa memenuhi hajatnya.” (Al-
Wabil As-sho’ib oleh Ibnu Qoyyim dan juga dalam kitabnya Zadul Ma’ad).
7. Hilangnya kesempatan berbuat kebaikan.
Terhalangnya
seseorang dari membantu pembangunan masjid, sekolah-sekolah, menyantuni anak
yatim, dan kegiatan – kegiatan yang memajukan Islam.
Obat penyakit kikir
Melihat besarnya bahaya
dan akibat yang ditimbulkan dari sifat
kikir, maka selayaknya seseorang mengetahui hal-hal yang bisa dilakukan untuk
mengobati penyakit kikir, yaitu:
1. Menumbuhkan sikap qana’ah: yaitu merasa cukup dengan apa-apa yang
telah Allah karuniakan kepada kita.
2. Memahami akan maksud diberinya harta,
agar ditunaikan haknya, yaitu: selain untuk memenuhi kebutuhan juga untuk
diinfaqkan di jalan Allah.
3. Mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shalallahu
‘alaihi wassalam tentang pentingnya infaq dan bahaya kikir.
4. Berdo’a kepada Allah agar dihindarkan
dari sifat-sifat yang tercela, termasuk kikir.
Semoga
Allah menghindarkan kita dari sifat kikir, dan menganugrahkan kita sifat
dermawan untuk memajukan Islam dan muslimin. Amiin. (Muji)
Maraji’: Kitab “ Assyuh wal Bukhl” : Syaikh Jamaz bin Abdurrahman Al-Jamaz.
makasih keterangannya,anda sangat membantu :)
BalasHapus