Minggu, 25 November 2012

Macam – macam Hati

Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak akan terlepas dari tanggungjawab yang dilakukannya kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggunganjawabnya."  (Al-Isra: 36).
Dalam tubuh manusia kedudukan hati dengan anggota yang lainnya adalah ibarat seorang raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah kekuasaan dan perintahnya dan bekerja sesuai dengan apa yang dikehendakinya
.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging tersebut baik maka baiklah seluruh tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging tersebut rusak maka rusak pula seluruh tubuh manusia itu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari-Muslim)
Macam-macam hati
1. Hati yang sehat
Yaitu hati yang terbebas dari berbagai penyakit hati. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: "Yaitu di hari yang harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang datang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat." (QS.Asy-Syura: 88-89).
Maka hatinya selamat dari semua nafsu syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah Ta’ala dan laranganNya dan dari semua syubhat yang memalingkan dari kebenaran, selamat dari peribadatan dan penghambaan diri kepada selain Allah Ta’ala dan mengikhlaskan seluruh peribadatannya hanya karena Allah Ta’ala, kecintaannya, tawakkalnya, taubatnya,sembelihannya, takutnya, pengharapannya, diikhlaskan semua amal hanya kepada-Nya. Apabila ia mencintai maka cintanya karena Allah, apabila ia membenci maka bencinya karena Allah,apabila ia memberi maka memberinya karena Allah, apabila menolak maka menolaknya karena Allah.  Dan tidak hanya itu saja, tetapi juga diiringi dengan kepatuhan hati dan berhukum dengan syari'at-Nya. Ia mempunyai landasan yang kuat dan prinsip yang kokoh  dalam menjadikan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai suri tauladan dalam segala hal,serta tidak mendahulukan orang  lain atasnya  baik ucapan maupun perbuatan.
Ciri-ciri hati yang sehat
1.       Apabila hati pergi meninggalkan dunia menuju dan bertempat tinggal di alam akhirat, sehingga seakan-akan ia termasuk penduduknya. Ia datang ke dunia yang fana ini bagaikan seorang asing yang singgah sebentar sebelum meneruskan perjalanan menuju alam akhirat. Sebagaimana telah diwasiatkan Nabi shallallahu alaihi wasallam  kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu : “Jadikanlah dirimu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang sedang melakukan suatu perjalanan.” [HR. Bukhari].

2.       Apabila tujuan hidupnya hanya untuk taat kepada Allah Ta’ala.
3.       Bila sedang melakukan sholat, maka sirnalah semua kegundahannya dan kesusahan karena urusan dunia. Sebab di dalam sholat ia menemukan kenikmatan dan kesejukan jiwa yang suci.
4.       Sangat menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakanya, melebihi rasa kekhawatiran orang bakhil dalam menjaga hartanya.
5.       Tidak pernah terputus dan futur (malas) untuk mengingat Allah Ta’ala dan berdzikir kepada-Nya.
2. Hati yang mati
Yaitu lawan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal  Rabbnya, melakukan ibadah tidak sesuai dengan apa yang dirintahkanNya, dan apa yang dicintaiNya serta  diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan hawa nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dunia, walaupun ia tahu bahwa hal itu amatlah dimurkai oleh Allah Ta’ala. Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu,apakah hal itu termasuk perkara yang diridhai Allah Ta’ala atau yang dimurkaiNya.
Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan ia lebih mendahulukan hawa nafsunya daripada ridha Allah Ta’alaMaka ia menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan sebagai pengendalinya, dan kelalaian sebagai tunggangan dan kendaraannya. Pikirannya hanya untuk mendapatkan dunia yang menipu ini dan ia selau berfikir bagaimana memperoleh kesenangan dunia yang fana ini, ia tidak pernah meminta kepada Allah kecuali dari tempat yang jauh. Ia tidak membutuhkan nasihat  dan selalu mengikuti langkah-langkah syetan yang selalu merayu dan menggodanya.
Maka bergaul dengan orang seperti  ini akan mendatangkan mala petaka, berteman dengannya merupakan racun bagi orang yang berada di sekitarnya dan duduk dengannya  akan mendatangkan kebinasaan.
3. Hati Yang Sakit
Yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat terhadap perintah-perintah Allah Ta’ala tetapi, kadangkala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang berada di antara salah satu keduanya.
Hati jenis ini, mencintai Allah dan beriman kepadaNya  serta beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan tawakkal kepadaNya, hal itu semua selalu dilakukannya .Tetapi, ia juga mencintai nafsu syahwatnya.
Ciri-ciri hati yang sakit
Tanda-tanda spesifik hati yang sedang sakit atau mati adalah jika ia tidak merasa sakit dan pedih oleh goresan-goresan pisau kemaksiatan, Hal itu disebabkan karena hatinya telah teracuni, sehingga tidak dapat lagi membedakan antara nilai kebenaran dan kebathilan.Penyebab timbulnya penyakit di hati adalah dikarenakan banyaknya fitnah yang selalu dibidikkan pada hati. Fitnah-fitnah tersebut dapat berupa:
1.Fitnah syahwat, dimana reaksinya amat keras sampai dapat merancukan niat dan kehendak seseorang.
2. Fitnah syubhat (keragu-raguan) yang menyebabkan kacaunya persepsi dan keyakinan seseorang.
Kiat Menjadikan Hati Tetap Hidup
Ketahuilah, bahwa hati yang hidup (hati yang sehat) hanya akan diperoleh dengan ilmu dan amal. Adapun usaha yang bisa dilakukan untuk menjadikan hati tetap hidup adalah:
1. Dzikrullah dan Tilawatil Qur’an.
Dengan senantiasa dzikrullah (menyebut dan mengingat Allah) bagi seorang hamba manfaatnya sangatlah besar. Sebagaimana Dia berfirman yang artinya: “Ingatlah, bahwa hanya dengan selalu mengingat Allah, hati menjadi tentram.”[QS. Ar-Ra'du:28].
2.Beristighfar
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia meminta ampun kepada Allah niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[QS. An-Nisa’:110].
3. Do’a
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan bagimu. “(QS. Al-mukmin:60)
4. Bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam
Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Barang siapa yang bershalawat untukku satu kali. Maka Allah akan bershalawat sepuluh kali lipat.”(HR. Muslim)
5.Qiyamullail (shalat malam).
Jika seseorang tetap melakukan shalat malam, maka wajahnya akan berseri-seri dan dia juga akan merasakan kenikmatan beribadah dalam hatinya.
Kita bermohon kepada Allah Ta’ala semoga menjadikan hati kita selalu ingat kepada-Nya dan tetap berada pada ketaatan kepada-Nya serta berjalan diatas cahayaNya.
Maraji’:
Tazkiyatun Nufus oleh Dr. Ahmad Farid
Amraadlul Qulub wa Syifaauha oleh Ibnu Taimiyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar