Kamis, 15 November 2012

CINTAKU HANYA UNTUKMU


         “Sayangku...tidak ada yang kucintai di dunia ini selain dirimu. Aku mengorbankan jiwa ragaku  hanya untukmu”. Begitulah kira – kira seorang lelaki merayu kekasihnya yang mungkin sedang marah.  walaupun kata – kata yang semisal ini sering kita dengar dan kita jumpai. Hal tersebut mempunyai konsekwensi besar,ketika seorang lelaki bersedia mengorbankan semua yang dia miliki untuk kekasihnya.
Berupa keimanan kepada Allah Ta’ala, hubungan kekerabatan dengan orang tua atau saudaranya dan lain sebagainya. Tentunya hal ini merupakan peristiwa yang ironis dan krisis.

Cinta Di Atas Cinta


           Cinta merupakan hal yang lumrah dibicarakan diantara kita. Jikalau seorang manusia sudah berbicara tentang cinta, maka ia akan ingin terus membicarakannya. Cinta ibarat  samudra yang tidak  berbetepi yang mana bila seseorang telah jatuh ke dalamnya, maka ia akan dibuai ombak-ombaknya dan enggan untuk mencari tepian untuk berlabuh. Cinta ibarat  waktu yang terus berlalu yang  tidak diketahui ujung dan pangkalnya.

Sopan Bukan Arogan

          Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menjadikan negara kita, negara yang memberi kebebasan kepada umat islam untuk mengamalkan syariatnya dalam kehidupan sehari-hari, adzan masih berkumandang, dan kibar jilbabpun sejuk dipandang. Ini merupakan nikmat yang pantas disyukuri. Pemimpin yang baik dan adil adalah dambaan setiap orang, tak perdulikan harta,jiwa raga untuk memperolehnya. Banyak yang bersorak menuntut pemimpin agar berbuat adil dan baik, akan tetapi yang menjadi pertanyaan “sudahkah saudara bisa menjadi rakyat yang baik?.

Bahaya Ghibah

Islam merupakan agama sempurna yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam sebagai  rahmatal lil’alamin.Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin, adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga, memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan, harga diri, harkat dan martabat manusia secara adil dan sempurna. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya.

Awas, jaga Pandangan Mata ...!

                 Dari mata turun ke hati, dari mendung turunlah hujan, segala yang dialami seseorang tidak lain pastilah ada sebab dan penyebabnya, baik diketahui maupun tidak. Seorang memandang ada banyak faktor yang mendukungnya, baik ketertarikan, takjub, iseng, ingin tahu, menikmati, dan alasan-alasan yang lainnya. Namun hendaknya seorang muslim selayaknya agar selalu menjaga pandangannya, jangan sampai gara-gara matanya ia mendapat marabahaya. 

Menegakkan Kebenaran Dan Mencegah Kemungkaran

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menjadikan Islam sebagai agama yang penuh dengan kasih sayang dan kelemah-lembutan, agama yang menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran
untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari kebodohan kepada ilmu, dari kemaksiatan kepada ketaatan, dari kesesatan kepada hidayah dan dari kejelekan kepada kebaikan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Pentingnya menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran
            Merupakan perkara yang paling agung yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Rab-Nya adalah menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran, karena sesungguhnya hal itu merupakan pondasi agama.

MENITI BAHTERA NIKAH MENUJU DERMAGA SAKINAH

             Mahligai pernikahan merupakan dambaan setiap insan. Setiap orang seakan-akan berlomba untuk meraihnya. Berbagai jalan ditempuh demi merengguk nikmatnya membangun cinta dalam bahtera nikah. Betapa tidak, bagaimanapun tingginya setatus sosial, kekayaan, popularitas dan prestasinya,  tidak akan mendapatkan sesuatu yang diangan-angankan sebagaimana kebahagian di mahligai pernikahan.